Menyewa scooter adalah cara paling seru dan hemat untuk menjelajahi Bali. Tapi jalanan Pulau Dewata punya ritmenya sendiri: gang sempit, tikungan tajam, hujan tropis mendadak, dan lalu lintas yang padat di area wisata. Berikut 10 aturan penting yang wajib kamu tahu sebelum berkendara.
1Selalu pakai helm ber-SNI
Ini bukan sekadar formalitas. Polisi Bali rutin memeriksa pengendara tanpa helm, dan dendanya bisa mencapai Rp250.000. Lebih penting lagi, helm melindungi kepalamu dari cedera fatal. Pastikan helm terpasang rapat dan tali dagu terkunci — helm yang tergantung longgar sama saja tidak melindungi.
2Bawa SIM Internasional & dokumen
Secara hukum, kamu wajib memiliki SIM Internasional (IDP) kategori A untuk motor. Bawa juga paspor dan STNK motor sewaan. Simpan salinan digital di ponsel sebagai cadangan. Tanpa SIM yang sah, klaim asuransi bisa ditolak jika terjadi kecelakaan.
Tips dari kami
Urus SIM Internasional di negara asalmu sebelum berangkat. Prosesnya cepat dan jauh lebih murah dibanding risiko denda atau asuransi hangus di Bali.
3Berkendara di sisi kiri jalan
Indonesia menganut lalu lintas kiri, sama seperti Inggris, Australia, dan Jepang. Jika kamu terbiasa menyetir di sisi kanan, luangkan waktu di jalanan sepi dulu untuk membiasakan diri. Perhatikan arah saat berbelok dan keluar dari gang kecil — inilah titik paling sering terjadi kesalahan.
4Cek kondisi motor sebelum jalan
Sebelum meninggalkan tempat sewa, periksa rem depan-belakang, lampu, klakson, tekanan ban, dan level bensin. Foto kondisi motor sebagai bukti agar tidak dituduh atas kerusakan yang sudah ada. Motor yang prima adalah pondasi berkendara aman.
- Rem berfungsi mulus tanpa bunyi keras
- Lampu depan, sein, dan rem menyala normal
- Ban tidak gundul dan tekanan cukup
- Spion terpasang dan bisa disetel
5Jaga kecepatan & jarak aman
Lalu lintas Bali bisa tak terduga — anjing menyeberang, truk berhenti mendadak, atau pengendara lain yang menyalip tanpa aba-aba. Berkendara dengan kecepatan wajar (di bawah 40 km/jam di area padat) dan jaga jarak minimal 2 detik dari kendaraan di depan.
Perhatian
Jangan pernah berkendara setelah minum alkohol. Selain berbahaya, ini pelanggaran serius dan membatalkan seluruh perlindungan asuransi.
6Hati-hati saat hujan
Hujan tropis Bali datang cepat dan deras, membuat aspal licin terutama di menit-menit pertama. Kurangi kecepatan, hindari rem mendadak, dan menepilah jika jarak pandang terlalu buruk. Simpan jas hujan ringan di bagasi motor sepanjang musim penghujan.
7Hindari berkendara malam di pedesaan
Banyak jalan pedesaan di Bali minim penerangan, tanpa marka, dan kadang berlubang. Jika bisa, selesaikan perjalanan antar-kota sebelum gelap. Bila terpaksa, pastikan lampu motor terang dan pelankan laju di tikungan buta.
8Isi bensin di SPBU resmi
Bensin eceran dalam botol memang mudah ditemukan, tapi kualitas dan takarannya tak terjamin. Untuk mesin yang awet dan performa stabil, isi di SPBU Pertamina resmi. Aplikasi peta bisa menunjukkan yang terdekat.
9Hormati budaya & upacara lokal
Bali sering menggelar upacara keagamaan yang menutup sebagian jalan. Bersabarlah, pelankan laju, dan jangan membunyikan klakson. Berpakaianlah sopan bila melintasi area pura. Menghormati adat setempat membuat perjalananmu lebih diterima dan aman.
10Simpan nomor darurat
Catat nomor darurat sebelum berangkat: Polisi 110, Ambulans 118/119, dan tentu saja nomor tempat sewa motormu. Kami di BMW Rent Bike Bali siap membantu 24 jam jika kamu mengalami kendala di jalan — cukup satu pesan WhatsApp.
Kesimpulan
Berkendara di Bali itu menyenangkan selama kamu menyiapkan diri. Kenakan helm, bawa dokumen lengkap, sesuaikan gaya berkendara dengan kondisi jalan, dan hormati budaya lokal. Dengan sepuluh aturan ini, liburanmu akan lebih aman dan berkesan.
Made Bawantara
Founder BMW Rent Bike Bali dan rider lokal dengan lebih dari 10 tahun pengalaman menjelajahi setiap sudut Pulau Dewata. Berbagi tips agar wisatawan berkendara dengan aman dan nyaman.
